Wednesday, May 27, 2026
Bagikan
Home Nasional TYI Lecture Series, SBY: Krisis Iklim dan Krisis Lingkungan Itu Nyata!

TYI Lecture Series, SBY: Krisis Iklim dan Krisis Lingkungan Itu Nyata!

Bagikan

Menanggapi permasalahan di dunia akhir-akhir ini, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi perhatian khusus pada perkembangan dunia yang kurang menggembirakan.

 

“Tiba-tiba dunia kita dijejali dengan isu-isu yang mungkin sebagian mencemaskan, ditambah peperangan masih terjadi di sana-sini. Geopolitik semakin memanas, ditambah lagi dengan perang dagang, perang ekonomi yang mungkin menjadikan dunia kita semakin rumit, semakin vulnerable, semakin berbahaya, dan barangkali bisa mengancam kehidupan bangsa sedunia,” kata SBY.

“Saya kira semua sepakat bahwa dunia yang semakin damai, dunia yang semakin adil, dunia yang semakin sejahtera adalah dunia yang memberikan harapan bagi siapapun. Terlepas dari ikatan identitas, terlepas dari batas-batas internasional. Satu hal, kalau kita gagal bersatu untuk memastikan krisis iklim, krisis lingkungan dengan segala dampaknya, maka terus terang kita gagal untuk mengemban misi yang diberikan oleh Tuhan dan misi kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab kita semua, bangsa-bangsa sedunia. Semua tahu bahwa krisis iklim, krisis lingkungan itu real. Bukan fiksi, bukan hoaks,” lanjutnya.

Hal tersebut disampaikan SBY saat memberikan sambutan penutup di akhir acara TYI Lecture Series dengan tema “Green Growth: Sustainable Growth with Equity”, kemarin.

SBY juga menyampaikan, diperlukan aksi bersama yang real, efektif, dan memberikan dampak yang nyata pula. “Dalam kaitan ini menurut saya apa yang digagas secara bersama, apa yang hendak dilakukan secara serius oleh Stanford University dengan TYI dan banyak kalangan, banyak entitas, banyak perguruan tinggi yang juga peduli, menurut saya ini sesuatu yang harus terus dihidupkan,” tutur SBY.

“Kita harus mengingatkan dunia kita, jangan larut dalam konflik dan peperangan ketegangan geopolitik yang hanya lebih menyusahkan kehidupan manusia. Marilah kita lebih bersatu. Marilah kita lebih berkolaborasi. Marilah kita lebih bekerjasama,” sambungnya.

SBY mengingatkan bahwa ada isu besar yang tidak boleh dibiarkan, karena hal tersebut akan memberikan dampak buruk bagi semua bangsa di dunia. “Mungkin kurang menjadi perhatian publik dibandingkan isu tentang peperangan, tentang geopolitik, tentang global ekonomi dan lain-lain dalam artian yang sedang terjadi sekarang ini, tapi percayalah bahwa yang kita lakukan ini justru yang bisa menyelamatkan masa depan bangsa-bangsa, masa depan dunia, masa depan anak cucu kita,” papar SBY.

“Oleh karena itu saya hanya ingin menggarisbawahi, mari kita tingkatkan kebersamaan kita, kerja sama kita, kepedulian kita, solusi-solusi kita, tawaran-tawaran kita, termasuk policy yang tepat, global collaboration yang tepat science and technology sebagai jawaban dan banyak lagi yang bisa kita lakukan,” lanjutnya lagi.

Sementara Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, sekaligus Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kesempatan yang sama mennyampaikan bahwa TYI menghadirkan sebuah tema yang sangat penting yaitu berbicara green growth, pertumbuhan hijau.

“Kita ingin Indonesia menjadi salah satu yang terdepan untuk bisa mewujudkan pertumbuhan termasuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, sustainable tapi juga berkeadilan. Itu mengapa judul kecilnya adalah Sustainable Growth with Equity,” ujar AHY. (*)

Berita terkait

Ide Dedi Mulyadi soal Gaji Rp10 Juta Per KK Bikin Rakyat Malas

Gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menyebut akan membagikan gaji Rp 10 juta per kepala keluarga (KK) jika memimpin Jakarta ditanggapi Ketua Himpunan...

Megawati bicara tentang ijazah palsu, singgung Jokowi ?

Presiden kelima Megawati Soekarnoputri ikut bicara ramainya isu kasus ijazah palsu. Menurutnya, jika surat tanda tamat belajar tersebut asli maka sebaiknya tinggal ditampilkan ke...

Hore, Masyarakat Boleh Berwisata di Dalam Kota

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram terkait pengawasan protokol kesehatan di tempat-tempat wisata yang buka selama libur lebaran. Pengawasan itu...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Trending News

Lokot Nasution Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Lokot : “Di Tengah Kondisi Global Yang Tak Menentu, Kita Wajib Tetap Bersatu”

Percut Sei Tuan, oxomedia - Anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi Partai Demokrat, M. Lokot Nasution, mengadakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada...

M. Lokot Nasution : Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Jadi Refleksi Optimisme Diri Terhadap Bangsa dan Negara

Percut Sei Tuan, oxomedia - Anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi Partai Demokrat, M. Lokot Nasution, menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan pada...

Lokot Nasution Tekankan Penguatan Nilai Kebangsaan Saat Sosialisasi 4 Pilar di Medan

MEDAN, oxomedia — Sekitar 150 warga Medan Kesawan mengikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang digelar di Balai Kota Medan, Selasa (10/2/2026). Kegiatan yang menghadirkan...

Sosialisasi 4 Pilar di Medan, Lokot Nasution : Ramadhan Momentum Perkuat Ekonomi Rakyat

MEDAN, .oxomedia — Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara, H. Muhammad Lokot Nasution, ST, menegaskan pentingnya menjadikan bulan Ramadhan sebagai...

Komentar Warganet