Saturday, September 26, 2026
Bagikan
Home Politik Rebut Afghanistan, Taliban Akan Kelola Mineral Senilai 14.370 Trilyun

Rebut Afghanistan, Taliban Akan Kelola Mineral Senilai 14.370 Trilyun

Bagikan

Afghanistan merupakan salah satu negara termiskin di dunia. Namun pada 2010, pejabat militer dan ahli geologi AS mengungkapkan Afghansitan memiliki cadangan mineral senilai hampir 1 triliun Dolar AS atau setara Rp14.370 triliun.

Penguasaan Taliban atas Afghanistan pada Minggu 15 Agustus 2021, menyebabkan banyak pakar bertanya tentang nasib kekayaan mineral di negara itu yang belum dimanfaatkan.

Pasokan mineral seperti besi, tembaga, dan emas tersebar di seluruh negeri. Selain itu, ada mineral tanah jarang dan paling penting, lithium mungkin menjadi salah satu cadangan terbesar di dunia yang belum dimanfaatkan. Lithium merupakan kompenen penting yang langka untuk baterai listrik dan teknologi lain untuk mengatasi krisis iklim.

“Afghanistan merupakan wilayah yang kaya akan logam mulia tradisional, dan juga logam (yang dibutuhkan) untuk ekonomi yang muncul di abad 21,” kata seorang ilmuwan dan pakar keamanan yang mendirikan Ecological Futures Group Rod Schoonover, dikutip dari CNN, Kamis (19/8/2021).

Tantangan keamanan, kurangnya infrastruktur, dan kekeringan parah di negara itu telah mencegah ekstrasi mineral paling berharga di masa lalu. Afghanistan dijuluki sebagai ‘kutukan sumber daya’ karena upaya untuk mengeksploitasi sumber daya alam (SDA) gagal memberikan manfaat bagi masyarakat lokal dan ekonomi domestik.

Hanya saja, pengungkapan kekayaan mineral Afghanistan berdasarkan survei sebelumnya telah menunjukkan potensi yang besar. Permintaan logam seperti lithium dan kobalt, serta elemen tanah jarang seperti neodymium melonjak ketika banyak negara mulai beralih ke mobil listrik dan teknologi ramah lingkungan untuk memangkas emisi karbon.

Menurut Badan Energi Internasional (IEA), rata-rata mobil listrik membutuhkan mineral enam kali lebih banyak daripada mobil konvensional. Lithium, nikel, dan kobalt sangat penting untuk baterai listrik.

Jaringan listrik juga membutuhkan tembaga dan aluminium dalam jumlah besar, sementara elemen tanah jarang digunakan dalam magnet yang dibutuhkan untuk membuat turbin angin bekerja.

Pemerintah AS dilaporkan telah memperkirakan cadangan lithium di Afghanistan dapat menyaingi yang ada di Bolivia, rumah bagi cadangan lithium terbesar yang diketahui di dunia.

“Jika Afghanistan dalam beberapa tahun tenang, memungkinkan pengembangan sumber daya mineralnya, dan bisa menjadi salah satu negara terkaya di kawasan tersebut dalam satu dekade,” kata Mirzad dari Surveyor Geologi AS kepada majalah Science pada 2010.

Namun meski telah ada beberapa ekstraksi emas, tembaga dan besi, eksploitasi lithium dan mineral tanah jarang membutuhkan investasi dan pengetahuan teknis yang jauh lebih besar, serta waktu. IEA memperkirakan dibutuhkan rata-rata 16 tahun dari penemuan cadangan mineral untuk memulai produksi.

Menurut Schoooner, ada kemungkinan Taliban menggunakan kekuatan barunya untuk mengembangkan sektor pertambangan Afghanistan.

Sementara mantan Direktur IMF untuk Timur Tengah dan Asia Tengah Mosin Khan mengatakan, investasi asing sulit didapat sebelum Taliban menggulingkan pemerintah sipil Afghanistan yang didukung Barat. Kini, menarik modal swasta akan menjadi lebih sulit karena banyak investor global berpegang pada standar lingkungan, sosial, dan tata kelola yang semakin tinggi.

“Siapa yang akan berinvestasi di Afghanistan ketika mereka tidak mau berinvestasi sebelumnya? Investor swasta tidak akan mengambil risiko,” ujarnya. (rel/okezone)

Berita terkait

Lokot Nasution Dialog Bersama Warga Medan: 4 Pilar Bukan Sekadar Hafalan

Oxomedia, Medan - Anggota DPR RI Komisi V sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara, H. Muhammad Lokot Nasution, ST, melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4...

Lokot Nasution Tegaskan Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara Dimulai dari Aspirasi Masyarakat

Oxomedia - Medan, 16 Juni 2026 – Anggota DPR RI M. Lokot Nasution kembali menyapa masyarakat melalui kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat yang diselenggarakan di...

M. Lokot Nasution Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Empat Pilar di Medan Area

Oxomedia, Medan – Anggota MPR RI, H. Muhammad Lokot Nasution, ST, kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Lapangan Barasokai, Jalan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Trending News

Lokot Nasution Dialog Bersama Warga Medan: 4 Pilar Bukan Sekadar Hafalan

Oxomedia, Medan - Anggota DPR RI Komisi V sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara, H. Muhammad Lokot Nasution, ST, melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4...

Lokot Nasution Tegaskan Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara Dimulai dari Aspirasi Masyarakat

Oxomedia - Medan, 16 Juni 2026 – Anggota DPR RI M. Lokot Nasution kembali menyapa masyarakat melalui kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat yang diselenggarakan di...

M. Lokot Nasution Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Kebangsaan Melalui Sosialisasi Empat Pilar di Medan Area

Oxomedia, Medan – Anggota MPR RI, H. Muhammad Lokot Nasution, ST, kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Lapangan Barasokai, Jalan...

Lokot Nasution Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Lokot : “Di Tengah Kondisi Global Yang Tak Menentu, Kita Wajib Tetap Bersatu”

Percut Sei Tuan, oxomedia - Anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi Partai Demokrat, M. Lokot Nasution, mengadakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada...

Komentar Warganet